Indonesia berada di wilayah iklim tropis dengan suhu udara yang tinggi sepanjang tahun yaitu sekitar 27 derajat Celsius. Musim hujan dan musim kemarau datang silih berganti dalam waktu tertentu. Namun akhir-akhir ini pergantian musim jadi tidak menentu. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan iklim yang melanda Indonesia dan wilayah di bumi ini.

Pergantian musim yang tidak tentu berdampak pada kesehatan masyarakat pada umumnya. Termasuk anak-anak yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.

Jenis Penyakit yang Disertai Gejala Batuk

Dulu ketika anak-anak masih kecil, saya selalu waspada dalam menghadapi pergantian musim. Biasanya penyakit yang paling sering menyerang anak-anak adalah batuk dan pilek. Tidak hanya anak-anak saya saja, teman-temannya di sekolah dan di lingkungan rumah juga rentan terkena penyakit saluran pernapasan itu. Oleh karenanya saya selalu bersiap menjaga kesehatan anak-anak dengan membiasakan mereka melakukan pola hidup sehat.

Gangguan saluran pernapasan yang sering terjadi adalah batuk. Gejala batuk ini sebenarnya bentuk pertahanan tubuh terhadap masuknya benda asing atau lendir di saluran pernapasan supaya tidak masuk ke dalam paru-paru.

Penyakit-penyakit yang Disertai Gejala Batuk

Meskipun kita sudah biasa menghadapi anak yang terkena batuk, namun jika berlebihan bisa jadi masalah juga bagi anak. Batuk berlebihan dapat membahayakan sel mukosa di saluran napas dan mengakibatkan gangguan tidur. Menurut dr. Rendi Aji Prihaningtyas dalam bukunya 30+ Penyakit yang Sering Menyerang Anak menyebutkan jenis-jenis penyakit yang disertai gejala batuk.

1. Pneumonia

Salah satu keponakan saya mengalami pneumonia sejak masih kecil. Menurut dokter yang menanganinya, penyakit ini adalah infeksi paru yang disebabkan oleh virus, jamur, bakteri, atau infeksi campuran. Namun sebenarnya 70% penyebab pneumonia berat adalah bakteri.
Di beberapa kasus, anak bayi berusia kurang dari 3 minggu yang terkena pneumonia, mendapatkan infeksi yang ditularkan oleh ibunya sendiri ketika proses persalinan.

Gejala anak yang mengalami pneumonia bisa terlihat dari napasnya yang sesak. Selain batuk dan sesak napas, biasanya pneumonia juga disebabkan demam dan gejala umum lainnya seperti lemas, napsu makan berkurang, gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan sakit kepala.

Apabila frekuensi batuk sudah sering dengan sesak napas dan gejala lainnya, sebaiknya orang tua merujuk anak ke dokter. Lalu bagaimana cara mencegah penyakit pneumonia? Temukan ulasannya lebih rinci dalam artikel pneunomia pada anak.

2. Batuk Pilek

Common cold atau batuk pilek biasa, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan biasanya terjadi pada anak. Biasanya anak terserang common cold sebanyak 3-10 kali dalam setahun tergantung kondisi dan saya tahan tubuh mereka.

Memang penyakit ini sering menyerang anak-anak, tetapi batuk pilek biasa ini termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat antibiotik.
Meskipun penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi kita harus tetap waspada terutama bila sering terjadi dan terjangkit dalam waktu yang lama.

Penjelasan lebih lengkap tentang batuk pilek dan cara pencegahannya dalam tulisan penyakit batuk pilek pada anak.   

3. Influenza

Istilah influenza ini sudah akrab di telinga masyarakat kita. Bahkan banyak yang menyebutnya seperti common cold atau batuk pilek biasa. Penyakit influenza memang terlihat mirip dengan common cold tetapi sebenarnya beda penyebabnya. Influenza disebabkan oleh virus, jenis virus influenza A dan B yang menyebabkan flu musiman setiap tahunnya.

Cara penularan penyakit common cold dan influenza sama-sama melalui udara dari manusia ke manusia. Namun yang membedakannya, penularan influenza bisa berasal dari hewan ke manusia seperti virus avian influenza A (H5N1) yang ditularkan dari burung ke manusia. Selain burung, virus influenza A juga bisa ditemukan pada bebek, ayam, babi, dan kuda.

Orang-orang yang sudah terinfeksi tidak selalu jadi sakit tetapi bisa menyebarkan virus influenza tersebut ke orang di sekitarnya.

4. Asma

Gangguan pernapasan yang sering terjadi pada anak yang berikutnya yaitu asma. Asma ini merupakan penyakit tidak menular dengan tanda sesak napas. Penyebabnya ada penyempitan saluran napas akibat peradangan (inflamasi). Asma bisa dipicu oleh allergen atau irritant.

Gejala asma pada anak biasanya mengalami sesak napas dan mengikuti yang berulang timbul secara episodik, biasanya terjadi pada malam hari, setelah melakukan aktivitas fisik, dan ada riwayat asma pada anak tersebut atau keluarganya.

5. Pertusis

Penyakit pertusis merupakan infeksi saluran napas yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertusis ini bisa menular melalui udara saat penderita bersin atau batuk. Anak yang mengalami pertusis biasanya tertular dari penderita lain dan belum mendapatkan imunisasi yang lengkap.

Anak yang terkena pertusis biasanya mengalami sakit dalam jangka waktu 7 hari hingga 3 minggu setelah terjangkit infeksi. Gejala penyakit pertusis ini biasanya makin parah saat malam hari.

6. Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang paling sering menyerang negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tuberkulosis (TB) penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Penderita TB di Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-4 kasus TB terbanyak di dunia setelah India.

Kuman TB bisa bertahan di dalam tubuh manusia hingga beberapa tahun. Kuman TB dapat bertahan hingga beberapa jam di dalam ruangan yang gelap dan lembap. Namun kuman ini akan cepat mati jika terkena paparan sinar matahari. Bakteri TB biasanya menyerang paru (TB) paru, tetapi bisa juga menyerang organ lain yang disebut TB ekstra paru, misalnya tulang (TB) tulang, selaput otak (meningitis TB), ginjal (TB ginjal), kelenjar getah bening (limfadenitis TB), persendian, saluran kencing dan organ lainnya. Jadi kuman TB ini dapat menyerang semua organ di dalam badan manusia.

Penyakit Pada Anak yang Disertai Gejala Batuk

Itulah beberapa jenis penyakit yang disertai gejala batuk dan diderita olah anak. Banyak faktor yang memengaruhi anak terjangkit penyakit yang disertai gejala batuk. Faktor yang memicu penyakit dengan gejala batuk pada anak bisa disebabkan dari daya tahan tubuh yang kurang baik, ada alergi, terpapar virus, atau faktor lingkungan yang buruk.

Untuk menghindari penyakit dengan gejala batuk pada anak, biasakan anak untuk mengikuti pola hidup sehat. Cara hidup sehat bisa dibaca lebih lanjut dalam artikel pola hidup sehat di blog ini. Selain mengajarkan cara hidup sehat, anak juga diajarkan untuk mencegah penyebaran virus. Cara mencegah penyebaran seperti rajin mencuci tangan dan biasakan menutup mulut ketika batuk atau bersin.
Semoga bermanfaat.