Menyikapi Gaya Hidup Hedonisme dalam Masyarakat

Seiring perkembangan teknologi yang berpengaruh besar terhadap globalisasi, ternyata ada juga dampak negatif yang tidak kita sadari. Globalisasi dan modernisasi secara tidak langsung memengaruhi gaya hidup dalam masyarakat. Masyarakat mulai terpengaruh dengan gaya hidup yang tidak baik dan serba mewah. Gaya hidup yang mengutamakan kemewahan hidup.

Sebenarnya masyarakat sudah mengerti tentang hedonisme tetapi tidak sadar sudah masuk dalam perangkap gaya hidup seperti itu. Pertukaran informasi dan kemudahan komunikasi melalui jaringan internet membawa masyarakat dekat dengan modernisasi dan globalisasi. Pengaruh globalisasi memunculkan perubahan gaya hidup masyarakat. Sebagian masyarakat tertarik dan fokus pada gaya hidup hedonisme yang dianggap lebih diakui kehadirannya di dalam masyarakat.

Menyikapi Gaya Hidup Hedonisme dalam Masyarakat

Sebenarnya apa gaya hidup hedonisme itu?

Gaya Hidup Hedonisme

Hedonisme berasal dari istilah bahasa Yunani yang berarti kesenangan. Lebih jelasnya hedonisme dapat diartikan sebagai pandangan hidup seseorang yang menyatakan setiap kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi merupakan tujuan utama dalam hidup seseorang.

Hedonisme dapat berdampak positif tetapi juga dapat berakhir negatif pada kehidupan orang-orang yang menganut gaya hidup tersebut. Gaya hidup hedonis ini tidak datang karena inisiatif orang tersebut tetapi karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi orang sehingga memiliki gaya hidup hedonisme.

Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme

Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terjebak dalam gaya hidup hedonisme. Supaya bisa terhindar dari gaya hidup hedonisme, sebaiknya kita ketahui dahulu ciri-ciri gaya hidup hedonisme untuk dapat menghindari gaya hidup tersebut.

  1. Gaya hidup hedon membuat orang memiliki pandangan bahwa tujuan utama dalam hidupnya yaitu untuk kenikmatan dan kesenangan pribadinya saja.
  2. Biasanya orang dengan gaya hidup hedonisme tidak peduli dengan kepentingan dan kebahagiaan orang lain sehingga cenderung jadi pribadi yang egois.
  3. Orang dengan gaya hidup hedon tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dia miliki baik berupa materi atau keluarga.
  4. Ciri orang dengan gaya hidup hedon berikutnya yaitu mempunyai sifat konsumtif dan lebih mengutamakan membeli barang atau sesuatu hal karena alasan kesenangan bukan karena kebutuhan
  5. Gaya hidup hedonisme membuat seseorang melihat orang lain berdasarkan harta kekayaan dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
  6. Ciri orang hedon berikutnya yaitu sifatnya cenderung diskriminatif dan sombong.

Itulah ciri-ciri umum orang yang memiliki gaya hidup hedonisme. Apabila sobat merasakan salah satu ciri tersebut, segera perbaiki diri. Jangan biarkan gaya hidup itu berlarut-larut menjadi kebiasaan.
Gaya hidup hedonisme ini bisa memberikan dampak bagi orang yang menganutnya. Dibandingkan dampak positif, gaya hidup hedonisme banyak menimbulkan dampak negatif.

Gaya Hidup Hedonisme dalam Masyarakat

Dampak Gaya Hidup Hedonisme

Gaya hidup hedonisme bisa berdampak pada diri sendiri juga berdampak pada lingkungan sekitarnya. Apa saja dampak gaya hidup hedonisme yang dianut seseorang?

1. Individualisme

Sering menyendiri atau individualisme merupakan dampak pertama yang diakibatkan gaya hidup hedonisme. Selain senang menyendiri, penganut hedonisme juga sering merasa dirinya lebih penting dibandingkan orang lain.

2. Egois

Dampak hedonisme berikutnya merupakan akibat dari sikap individualisme yaitu sifat egois. Ketika seseorang menganggap dirinya lebih penting dari orang lain, dia akan memiliki sifat egois. Hanya fokus pada kepentingannya sendiri.

3. Konsumtif

Sifat konsumtif muncul bersamaan dengan gaya hidup hedonisme. Karena pandangan hidupnya hanya mementingkan kepuasan dibandingkan kebutuhan, dia akan membeli apapun untuk kesenangan. Membelanjakan uangnya untuk membeli sesuatu dan menghamburkan uang hanya untuk kepuasan semata.

4. Boros

Buntut dari sifat konsumtif yaitu boros. Gaya hidup yang konsumtif akan membuat seseorang boros karena membeli barang atau hal-hal yang tidak begitu penting.

5. Pemalas

Karena gaya hidupnya yang fokus untuk kesenangan saja, orang yang terlanjur hidup hedonisme kurang menghargai waktu dan memiliki sifat pemalas.

6. Tidak Bertanggung Jawab

Punya sifat pemalas akhirnya bisa membuat orang juga mempunyai sifat tidak bertanggung jawab. Hal ini karena orang tersebut hanya fokus pada diri sendiri sehingga tidak memiliki rasa tanggung jawab pada orang lain.

Itulah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari gaya hidup hedonisme. Sikap tidak baik seperti itu tentunya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karenanya lebih baik kita menghindari gaya hidup hedonisme. Bagaimana caranya?

Cara Menghindari Gaya Hidup Hedonisme


Gaya hidup hedonisme ini cenderung memaksakan diri untuk memiliki atau membeli suatu barang hingga memilih cara berutang. Tidak heran apabila beberapa penganut gaya hidup hedonisme bisa terjerat utang. Nah, untuk menghindar dari gaya hidup hedonisme atau melepaskan diri ketika sudah terlanjur, berikut ini cara menghindarinya.

1. Banyak Bersyukur

Selalu bersyukur atas apapun yang sudah dimiliki merupakan langkah awal agar terhindar dari gaya hidup hedonisme. Tanamkan pada diri kita bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari banyaknya materi atau uang yang kita miliki. Dengan selalu bersyukur ketika menjalani kehidupan maka kebahagiaan pun akan terwujud.

2. Hidup Sederhana

Hidup sederhana memang tidak semudah teorinya. Namun sebaiknya bagi yang sudah terbiasa dengan gaya hidup hedonisme untuk berusaha supaya bisa mengubah gaya hidupnya sedikit demi sedikit. Salah satunya dengan memanfaatkan barang yang sudah dimiliki dengan maksimal. Pikirkan berulang kali ketika akan membeli barang, apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya keinginan untuk membeli saja.

3. Buat Skala Prioritas

Tentukan prioritas dalam hidup supaya kita lebih mudah memilah, apa yang terpenting, penting atau tidak penting. Mana yang harus didapatkan untuk kebutuhan atau untuk kesenangan.

4. Selektif Memilih Teman

Lingkungan pertemanan juga memengaruhi gaya hidup seseorang. Apabila gaya hidup hedonisme memang karena pengaruh gaya hidup teman, maka lebih baik menjauh dari lingkaran pertemanan tersebut. Bergaul dengan teman yang tidak bergaya hedonisme, bisa mendukung perubahan yang ingin dicapai.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari gaya hidup hedonisme. Menjauhi atau melepaskan diri dari gaya hidup hedonisme bisa menghindarkan diri dari hal yang tidak baik. Kita akan terhindar dari perbuatan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan perbuatan yang merugikan lainnya.

Hedonisme dalam Kehidupan

Faktor dalam diri kita sendiri merupakan faktor yang paling utama dalam memilih gaya hidup. Sifat dasar manusia memang ingin selalu bersenang-senang dan tidak merasa puas dengan yang sudah dimiliki. Selain itu pengaruh lingkungan, arus informasi dan globalisasi juga menyebabkan seseorang menganut gaya hidup hedonisme.

Alih-alih mengikuti gaya hidup hedonisme yang egois, tidak peduli dengan orang lain atau menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan, sebaiknya sikapi hedonisme dengan positif. Melihat gaya hidup orang lain, jadikan motivasi yang kuat untuk bisa lebih baik, pantang menyerah dan berusaha menghargai waktu dan kesempatan untuk mewujudkan segala impian.

Mari bersama- sama melakukan perubahan. Ubah paradigm hedonisme dengan keilmuan. Biasakan diri untuk bersikap apa adanya dan menghargai segala bentuk karunia Allah SWT. dengan selalu bersyukur.

Have a Nice Day

Posting Komentar

0 Komentar